10 Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia & Tujuannya

Tahukah kamu kalau semangat kemerdekaan Indonesia sudah berkobar sejak awal abad 20? Bukan hanya melalui pertempuran fisik, tapi juga lewat berdirinya berbagai organisasi yang punya visi besar, yaitu membangkitkan kesadaran rakyat dan melawan penjajahan dengan cara terorganisir. Nah, yang menarik, beberapa di antara organisasi itu bahkan punya pengaruh sampai ke luar negeri, lho!

Fakta lain yang bikin kagum, sebagian organisasi yang lahir di era pergerakan nasional indonesia pada masa penjajahan ternyata masih bergerak hingga saat ini. Ada yang fokus di bidang pendidikan, sosial, bahkan tetap berperan di dunia politik. Jadi, memahami organisasi-organisasi ini bukan cuma untuk ujian, tapi juga untuk melihat akar perjuangan bangsa kita.

1. Budi Utomo

Budi Utomo berdiri pada 20 Mei 1908 di Jakarta, dipelopori oleh dr. Sutomo dan rekan-rekan STOVIA, terinspirasi oleh gagasan dr. Wahidin Soedirohusodo. Latar belakang lahirnya organisasi ini adalah kesadaran bahwa kemajuan bangsa dimulai dari pendidikan. Pada masa itu, akses pendidikan bagi pribumi sangat terbatas dan inilah yang ingin diubah.

Fokus awal Budi Utomo adalah pendidikan, kebudayaan dan kesejahteraan sosial. Mereka menganggap bahwa membangun sumber daya manusia adalah pondasi utama sebelum terjun ke medan politik. Kegiatan mereka meliputi pendirian sekolah, kursus dan kegiatan budaya.

Pendirian Budi Utomo menjadi simbol lahirnya kesadaran nasional, sehingga tanggal berdirinya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Gerakan ini menjadi inspirasi bagi organisasi lain yang lahir setelahnya dan memperluas arah perjuangan.

2. Sarekat Islam (SI)

Awalnya bernama Sarekat Dagang Islam, didirikan pada 1905 oleh K.H. Samanhudi untuk melindungi pedagang batik pribumi dari persaingan pedagang asing. Perubahan menjadi Sarekat Islam pada 1912 di bawah H.O.S. Tjokroaminoto memperluas peran organisasi ini dari bidang ekonomi ke bidang politik.

Di bawah Tjokroaminoto, SI berkembang menjadi gerakan nasionalis yang memperjuangkan kemerdekaan. Mereka membangun kesadaran politik rakyat dan memperjuangkan hak-hak umat Islam di bawah penjajahan.

Dengan jumlah anggota mencapai jutaan, SI menjadi kekuatan besar yang membuat pemerintah kolonial Belanda khawatir. Keberhasilan ini membuktikan kekuatan persatuan umat.

3. Indische Partij

Indische Partij berdiri pada 25 Desember 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai, diantaranya Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Tujuannya jelas, yakni memperjuangkan kemerdekaan penuh bagi Indonesia tanpa kompromi.

Keunikan Indische Partij adalah keterbukaannya untuk semua golongan, baik pribumi maupun non-pribumi. Mereka mengedepankan kesetaraan, nasionalisme dan kebebasan dari penjajahan. Semangat ini mematahkan sekat sosial yang saat itu sangat kuat.

Kritik tajam terhadap Belanda membuat organisasi ini dilarang pada 1913. Meski singkat, mereka meninggalkan warisan ideologis yang menginspirasi perjuangan politik di Indonesia. Banyak tokoh pergerakan kemudian melanjutkan perjuangan mereka di wadah lain.

4. Perhimpunan Indonesia

Organisasi pergerakan nasional Indonesia yang lahir di negeri Belanda adalah Perhimpunan Indonesia, berdiri 25 Oktober 1908 dengan nama awal Indische Vereeniging. Awalnya hanya wadah silaturahmi mahasiswa Indonesia di Belanda.

Namun, pada awal abad 20, mahasiswa ini sadar bahwa perjuangan kemerdekaan juga bisa dilakukan di panggung internasional. Perubahan nama menjadi Perhimpunan Indonesia pada 1925 menegaskan komitmen itu. Mereka aktif menyuarakan isu kemerdekaan di forum dunia.

Tokoh seperti Mohammad Hatta dan Ali Sastroamidjojo berhasil membangun dukungan dari negara lain. Strategi ini menjadikan Perhimpunan Indonesia sebagai duta diplomasi kemerdekaan jauh sebelum Indonesia merdeka.

5. Muhammadiyah

Didirikan K.H. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah fokus pada pendidikan, sosial dan kesehatan. Mereka mendirikan sekolah modern, rumah sakit dan panti asuhan untuk memberdayakan masyarakat.

Tujuannya adalah memajukan umat Islam dengan pendekatan modern dan menghapus praktik yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam. Pendidikan agama disampaikan dengan metode yang terstruktur dan ilmiah.

Muhammadiyah masih bergerak hingga saat ini dengan ribuan cabang di seluruh Indonesia dan luar negeri. Kontribusinya di dunia pendidikan dan kesehatan menjadikannya salah satu ormas terbesar di tanah air.

6. Nahdlatul Ulama (NU)

Berdiri pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh K.H. Hasyim Asy’ari, NU bertujuan menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah dari pengaruh asing yang dianggap merusak.

Selain peran keagamaan, NU juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Mereka mengirimkan delegasi dalam perundingan, mengeluarkan resolusi jihad dan mendorong rakyat melawan penjajah.

Sebagai salah satu ormas terbesar di dunia, NU masih bergerak hingga saat ini dengan jutaan anggota, ribuan pesantren dan pengaruh besar di masyarakat.

7. ISDV (Cikal Bakal PKI)

Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) didirikan 9 Mei 1914 oleh Henk Sneevliet, seorang aktivis sosialis dari Belanda. ISDV membawa gagasan sosialisme ke Hindia Belanda dan mengorganisir buruh serta petani.

Mereka menentang kapitalisme kolonial dan menggalang kekuatan massa. ISDV rajin menerbitkan pamflet, koran dan mengadakan rapat besar untuk memobilisasi rakyat.

Pada 1920, ISDV berubah menjadi Perserikatan Komunis Hindia yang kelak menjadi PKI. Gerakan ini menjadi salah satu yang paling radikal pada masanya.

8. Partai Nasional Indonesia (PNI)

PNI lahir pada 4 Juli 1927 oleh Ir. Soekarno untuk memperjuangkan kemerdekaan penuh melalui aksi non-kooperatif terhadap Belanda.

Dalam waktu singkat, PNI tumbuh menjadi partai besar yang mampu menggerakkan rakyat dari berbagai lapisan. Mereka mengedepankan pendidikan politik dan aksi nyata.

Penangkapan Soekarno pada 1929 membuat PNI kehilangan momentum, namun semangatnya menginspirasi lahirnya partai-partai nasionalis lainnya.

9. Partai Indonesia (Partindo)

Partindo berdiri April 1931 oleh R.M. Sartono dan mantan tokoh PNI setelah pembubaran PNI. Mereka menempuh jalur politik yang lebih moderat.

Fokusnya adalah mengorganisir aksi massa, rapat umum, dan membangun kesadaran rakyat secara bertahap. Sukarno bergabung pada 1932, membuat pamor Partindo naik.

Tekanan dari Belanda membuat Partindo bubar pada 1937, namun para anggotanya tetap aktif di organisasi lain yang melanjutkan perjuangan.

10. Partai Indonesia Raya (Parindra)

Parindra terbentuk pada 1935 dari gabungan PBI dan Budi Utomo. Mereka memilih jalur kooperatif dengan pemerintah kolonial, memanfaatkan Volksraad sebagai sarana perjuangan.

Selain bergerak di politik, Parindra mengembangkan organisasi ekonomi seperti Rukun Tani untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Mereka percaya kemajuan ekonomi akan memperkuat perjuangan politik.

Menjelang Perang Dunia II, M.H. Thamrin sebagai tokoh utama Parindra mendapat tekanan politik karena dicurigai berhubungan dengan Jepang, namun pengaruhnya tetap dikenang.

Pentingnya Pelajari Sejarah Pergerakan Nasional

Organisasi-organisasi ini membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan bisa dilakukan lewat banyak cara, mulai dari pendidikan, sosial, politik dan ekonomi. Mereka menanam benih yang kita panen hari ini.

Kalau kamu merasa pelajaran Sejarah di sekolah kadang terlalu singkat atau sulit dipahami, saatnya mencoba pendekatan berbeda. Dengan les privat Sejarah online bersama tutor Executive Education, kamu bisa mendapatkan bimbingan online yang disesuaikan dengan gaya belajarmu.

Kami memadukan materi sejarah yang lengkap, diskusi interaktif dan latihan soal yang menantang, sehingga kamu bukan hanya paham, tapi juga bisa menjawab soal ujian dengan percaya diri. Belajar sejarah bukan lagi hafalan, tapi perjalanan seru memahami jejak langkah bangsa.

Rangkuman Singkat

  • Awal abad 20 menjadi momen kebangkitan pergerakan nasional.
  • Perhimpunan Indonesia adalah organisasi pergerakan nasional Indonesia yang lahir di negeri Belanda.
  • Beberapa organisasi masih bergerak hingga saat ini, seperti Muhammadiyah dan NU.
  • Tujuan organisasi beragam, yakni pendidikan, sosial, ekonomi hingga politik.
  • Semua organisasi tersebut berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.

10 Contoh Soal & Jawaban

  1. Sebutkan tokoh pendiri Indische Partij dan tujuan utamanya!
    Douwes Dekker, dr. Cipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantara; tujuannya kemerdekaan penuh dari Belanda.
  2. Apa nama awal Perhimpunan Indonesia dan kapan berdiri?
    Indische Vereeniging, 25 Oktober 1908.
  3. Mengapa Budi Utomo tidak terlibat dalam politik pada awal berdirinya?
    Fokus pada pendidikan, sosial dan kebudayaan.
  4. Siapa pemimpin Sarekat Islam yang menjadikannya gerakan nasionalis?
    H.O.S. Tjokroaminoto.
  5. Apa tujuan utama Muhammadiyah saat didirikan?
    Memajukan pendidikan dan kesejahteraan umat melalui pendekatan modern.
  6. Organisasi apa yang menjadi cikal bakal PKI?
    Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV).
  7. Kapan NU berdiri dan siapa pendirinya?
    31 Januari 1926, K.H. Hasyim Asy’ari dan ulama lainnya.
  8. Apa strategi utama PNI dalam melawan Belanda?
    Non-kooperatif dan aksi massa.
  9. Partindo terbentuk setelah pembubaran partai apa?
    Partai Nasional Indonesia (PNI).
  10. Apa tujuan ekonomi Parindra melalui organisasi Rukun Tani?
    Memperjuangkan kepentingan petani dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: Perlawanan Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme Belanda

Scroll to Top