Kalau kamu lagi belajar bahasa Inggris, pasti pernah dong ketemu kata-kata kayak “because,” “although,” atau “while”? Nah, kata-kata itu disebut subordinating conjunction. Tapi apa sih sebenarnya subordinating conjunction itu? Apa bedanya sama conjunction lainnya? Yuk, kita kupas tuntas di artikel ini! Kamu nggak perlu bingung lagi soal grammar yang satu ini, apalagi kalau sering dipakai di percakapan sehari-hari dan tulisan formal.
Subordinating conjunction itu asyik buat dipelajari karena fungsinya penting banget. Bayangin, tanpa subordinating conjunction, kalimatmu jadi terasa kaku dan nggak fleksibel. Dengan kata lain, ini adalah “jembatan” yang menghubungkan ide utama dan ide pendukung dalam satu kalimat. Misalnya, “I stayed home because it was raining.” Di sini, “because” jadi penghubung antara alasan dan aksi. Yuk, kita bahas lebih dalam soal jenis-jenis dan fungsi subordinating conjunction supaya kamu makin paham.
Pengertian Subordinating Conjunction
Subordinating conjunction adalah kata hubung yang menghubungkan dependent clause (anak kalimat) dengan independent clause (kalimat utama). Dependent clause itu nggak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, jadi butuh “bantuan” dari independent clause. Misalnya, “She left early because she was tired.” Di sini, “because she was tired” adalah dependent clause yang butuh independent clause untuk menyampaikan makna utuh.
Baca juga: Pengertian Contrastive Conjuntion & Contoh Kalimatnya
Jenis Subordinating Conjunction
Ada banyak subordinating conjunction yang sering digunakan. Biasanya, mereka dibagi berdasarkan fungsi atau hubungan antara dua klausa. Berikut ini beberapa jenisnya:
- Kausal (Penyebab)
Contoh: because, since, as
Contoh kalimat: “I didn’t go out because it was raining.” - Kondisional (Syarat)
Contoh: if, unless, provided that
Contoh kalimat: “I’ll call you if I get home early.” - Kontras atau Pertentangan
Contoh: although, though, whereas
Contoh kalimat: “Although it was late, she kept working.” - Waktu (Temporal)
Contoh: when, while, before, after
Contoh kalimat: “We left before the party ended.” - Tujuan
Contoh: so that, in order that
Contoh kalimat: “He studies hard so that he can pass the exam.”
Fungsi Subordinating Conjunction
Fungsi utama subordinating conjunction adalah menghubungkan dua klausa dalam satu kalimat. Tapi selain itu, mereka juga membantu memperjelas hubungan logis antara kedua klausa tersebut. Misalnya:
- Menunjukkan alasan: “She didn’t join us because she was busy.”
- Menyatakan syarat: “You can stay longer if you help me clean up.”
- Memberikan informasi waktu: “I’ll call you after I finish my work.”
Subordinating conjunction bikin tulisan atau ucapan kita lebih nyambung dan enak dibaca.
Kenapa Penting Belajar Subordinating Conjunction?
Kalau kamu sering menulis atau ngobrol dalam bahasa Inggris, menguasai subordinating conjunction itu penting banget. Alasannya sederhana, pelajaran ini bikin kalimatmu jadi lebih kompleks dan bermakna. Selain itu, kemampuan ini bisa banget jadi nilai tambah, apalagi kalau kamu sedang mengambil kursus / les privat bahasa Inggris di lembaga Executive Education.
Di sini, kamu bisa mendalami grammar sekaligus praktik langsung. Bahkan kalau kamu tinggal di area Jabodetabek, ada opsi tutor les bahasa Inggris datang ke rumah yang praktis dan fleksibel buat semua usia. So, tunggu apa lagi? Dengan belajar grammar lebih dalam, kamu bakal lebih percaya diri dalam berbicara maupun menulis.
Contoh Penggunaan Subordinating Conjunction dalam Kalimat
Supaya kamu makin paham, berikut beberapa contoh penggunaan subordinating conjunction:
- Because: “She didn’t go out because it was raining.”
- If: “I’ll help you if you need me.”
- Although: “Although he was tired, he continued working.”
- When: “Call me when you get there.”
Coba deh bikin kalimatmu sendiri dengan subordinating conjunction di atas. Jangan lupa, latihan adalah kunci biar makin jago!
Memahami Dependent dan Independent Clause dalam Subordinating Conjunction
Supaya lebih paham cara kerja subordinating conjunction, kamu perlu tahu dulu apa itu dependent clause dan independent clause. Dependent clause adalah klausa yang tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap karena artinya belum jelas tanpa bantuan klausa lain. Sebaliknya, independent clause adalah klausa yang bisa berdiri sendiri dan menyampaikan ide yang lengkap.
Contoh:
- Independent clause: “She stayed home.”
- Dependent clause: “because it was raining.”
Ketika keduanya digabungkan dengan subordinating conjunction seperti “because,” maka terbentuk kalimat kompleks yang bermakna penuh:
- “She stayed home because it was raining.”
Dengan memahami konsep ini, kamu akan lebih mudah menyusun kalimat kompleks yang menggunakan subordinating conjunction.
Menghindari Penggunaan Subordinating Conjunction secara Berulang
Penggunaan subordinating conjunction secara berlebihan dalam satu kalimat atau paragraf bisa bikin tulisanmu terasa repetitif dan membosankan. Salah satu trik untuk mengatasinya adalah dengan mencari sinonim atau mengatur ulang struktur kalimatmu.
Contoh:
- Repetitif: “Although he was tired, although he had a headache, he continued working.”
- Lebih Baik: “Although he was tired and had a headache, he continued working.”
Menggunakan subordinating conjunction dengan tepat dan tidak berlebihan akan membuat tulisanmu lebih bervariasi dan enak dibaca.
Variasi Contoh Kalimat Subordinating Conjunction
Subordinating conjunction bisa digunakan dalam berbagai konteks, dari formal sampai informal. Contoh berikut menunjukkan variasi penggunaan:
- Informal:
- “I stayed home because it was raining.”
- “She won’t come unless you invite her.”
- Formal:
- “Although the project faced numerous challenges, it was completed on time.”
- “Provided that all conditions are met, the agreement will proceed.”
Dengan variasi ini, kamu bisa menyesuaikan subordinating conjunction sesuai kebutuhan konteksnya.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Subordinating Conjunction
Saat menggunakan subordinating conjunction, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan:
- Dependent Clause Dibiarkan Sendiri:
Salah: “Because it was raining.”
Benar: “I stayed home because it was raining.” - Posisi yang Salah:
Kadang dependent clause bisa diletakkan di awal atau akhir kalimat. Namun, jika penempatan tidak logis, kalimat jadi sulit dipahami.
Contoh:- “Because it was raining, I stayed home.” (benar)
- “I stayed home because it was raining.” (benar)
Menghindari kesalahan ini akan membuat penggunaan subordinating conjunction lebih efektif dan jelas.
Pentingnya Subordinating Conjunction dalam Writing dan Speaking
Penggunaan subordinating conjunction punya peran besar baik dalam tulisan maupun percakapan. Dalam tulisan formal seperti esai atau laporan, mereka membantu menyusun argumen dengan jelas. Contohnya:
- “Although the evidence is inconclusive, further research is warranted.”
Dalam percakapan sehari-hari, subordinating conjunction membuat obrolan terasa lebih alami:
- “I’ll help you if you need me.”
Dengan menguasai subordinating conjunction, kamu bisa membuat kalimat yang terdengar natural dan profesional di berbagai situasi.
Belajar subordinating conjunction itu nggak sesulit yang kamu bayangkan. Dengan memahami pengertian, jenis, dan fungsi mereka, kamu bisa membuat kalimat yang lebih hidup dan nyambung.
