Mengenal Teori Belajar Sibernatik & Kelebihannya

Dalam era digital dan teknologi informasi saat ini, pendekatan pembelajaran yang inovatif dan adaptif menjadi semakin penting. Salah satu teori pembelajaran yang menarik untuk dipelajari adalah Teori Belajar Sibernatik. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi secara mendalam konsep-konsep, proses, dan implikasi Teori Belajar Sibernatik dalam konteks pembelajaran modern.

Konsep Teori Belajar Sibernatik

Teori Belajar Sibernatik merupakan pendekatan yang memadukan prinsip-prinsip sibernetika dengan pembelajaran manusia. Istilah “sibernatik” mengacu pada kontrol dan komunikasi dalam sistem, baik itu sistem biologis maupun teknologi. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Norbert Wiener pada tahun 1945, yang mendefinisikannya sebagai kontrol dan komunikasi dalam hewan dan mesin.

Pengertian Dasar Teori Belajar Sibernatik

Teori Belajar Sibernatik menyatakan bahwa pembelajaran adalah sebuah proses pengolahan informasi. Ini berarti bahwa individu tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolahnya, memprosesnya, dan menggunakan hasilnya untuk membangun pengetahuan baru. Dalam konteks ini, komputasi dan teknologi bukan hanya alat untuk menyampaikan informasi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan memfasilitasi pembelajaran.

Baca juga: 4 Teori Belajar Populer & Banyak Digunakan

Konsep Proses Berpikir Sibernatik

Proses berpikir dalam Teori Belajar Sibernatik dapat dibagi menjadi dua: algoritmik dan heuristik. Proses berpikir algoritmik bersifat sistematis dan tahap demi tahap, mirip dengan sebuah algoritma dalam pemrograman komputer. Sementara itu, proses berpikir heuristik bersifat lebih kreatif dan fleksibel, memungkinkan eksplorasi ke berbagai solusi dan pendekatan.

Pemrosesan Informasi dalam Teori Belajar Sibernatik

Pemrosesan informasi merupakan inti dari Teori Belajar Sibernatik. Proses ini melibatkan beberapa tahap, mulai dari penerimaan informasi di sensory memory hingga penyimpanan dan pengambilan kembali informasi di long term memory. Pentingnya pemrosesan informasi ini memungkinkan individu untuk memahami, mengingat, dan menggunakan informasi dengan efektif. Tahap-tahap pemrosesan informasi dalam Teori Belajar Sibernatik, diantaranya:

  • Sensory Memory
    Tahap pertama dalam pemrosesan informasi, di mana informasi diterima dari lingkungan melalui indra. Informasi disimpan dalam waktu singkat sebelum diproses lebih lanjut.

  • Working Memory dan Short Term Memory
    Informasi yang diproses dari sensory memory kemudian dikirimkan ke working memory atau short term memory. Ini adalah tahap di mana informasi diolah secara aktif dan dikelola untuk pemakaian sementara.

  • Long Term Memory
    Informasi yang diperoleh dan diproses kemudian disimpan dalam long term memory. Ini adalah penyimpanan jangka panjang yang memungkinkan individu untuk mengakses dan menggunakan informasi di masa depan.

Yuk, jadwalkan belajar les privat di Johar Baru bareng tutor dari lembaga Executive Education! Proses belajar disesuaikan sama gaya belajar kamu, jadi pasti nyaman. Semua materi dan soal udah lengkap disiapin, biar kamu bisa fokus belajar. Ada fitur report card juga, supaya kamu bisa pantau perkembangan belajarmu. Nggak perlu khawatir soal kemampuan belajar lagi.

Kelebihan dan Implikasi Teori Belajar Sibernatik

Penerapan Teori Belajar Sibernatik memiliki beberapa kelebihan dan implikasi penting dalam konteks pembelajaran modern. Berikut ini kelebihan dari Teori Belajar Sibernatik:

  • Penonjolan Cara Berpikir Berorientasi pada Proses
    Teori ini mendorong individu untuk memahami proses berpikir mereka sendiri, sehingga memungkinkan mereka untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif.

  • Penyajian Pengetahuan yang Ekonomis
    Teori ini memungkinkan penyajian pengetahuan yang efisien dan ekonomis, memaksimalkan penggunaan sumber daya dan waktu dalam pembelajaran.

  • Transfer Belajar yang Efektif
    Teori Belajar Sibernatik memfasilitasi transfer belajar yang efektif, memungkinkan individu untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari dalam konteks yang berbeda.

Penerapan Teori Belajar Sibernatik dalam Pembelajaran Modern

Penerapan Teori Belajar Sibernatik dalam konteks pembelajaran modern dapat dilakukan melalui beberapa langkah praktis. Langkah-langkah penerapan teori belajar sibernatik adalah sebagai berikut:

  • Menentukan Tujuan Pembelajaran
    Langkah pertama adalah menetapkan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur, yang sesuai dengan prinsip-prinsip teori sibernatik.

  • Menentukan Materi Pelajaran
    Selanjutnya, identifikasi materi pelajaran yang akan disampaikan, serta cara penyajian yang sesuai dengan prinsip-prinsip pemrosesan informasi.

  • Menggunakan Pendekatan Berorientasi pada Proses
    Pilih pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada proses, yang mendorong siswa untuk memahami proses berpikir mereka sendiri dan mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif.

  • Menyusun Materi dalam Urutan yang Sesuai
    Susun materi pembelajaran dalam urutan yang logis dan sesuai dengan struktur informasinya, memungkinkan siswa untuk memahami konsep-konsep secara bertahap.

  • Menerapkan Prinsip-Prinsip Pemrosesan Informasi
    Saat menyajikan materi, perhatikan prinsip-prinsip pemrosesan informasi, termasuk penggunaan sensory memory, working memory, dan long term memory.

Baca juga: Apa itu Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)?

Kesimpulan

Teori Belajar Sibernatik menawarkan pandangan yang mendalam tentang proses pembelajaran manusia dalam konteks sibernetika dan pemrosesan informasi. Dengan memahami konsep-konsep ini, pendidik dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif, memungkinkan siswa untuk mencapai potensi pembelajaran mereka secara optimal dalam era digital dan teknologi informasi yang terus berkembang.

Scroll to Top