Pernah nggak kamu bertanya dalam hati, belajar itu apa sih? Kenapa dari kecil sampai kuliah, hidup kita nggak lepas dari yang namanya belajar? Bahkan setelah lulus pun, kita tetap belajar. Entah belajar mengatur keuangan, belajar bekerja, atau belajar menghadapi kehidupan.
Menariknya, banyak penelitian menyebut bahwa manusia adalah makhluk pembelajar alami yang belajar bahkan sejak dalam kandungan melalui rangsangan suara. Artinya, belajar memang bagian dari hidup.
Namun, pengertian belajar ternyata nggak sesederhana “membaca buku” atau “duduk di kelas”. Faktanya, belajar terjadi dalam segala aktivitas kita, baik disadari maupun tidak.
Nah, dalam artikel ini, kita bakal membahas pengertian belajar menurut para ahli, jenis-jenis belajar dan ciri-ciri belajar agar pembahasan semakin lengkap dan mudah dipahami. Cocok banget buat siswa SMP, SMA, sampai mahasiswa yang lagi cari materi tugas sekolah atau kuliah.
Pengertian Belajar Menurut Para Ahli
Secara umum, pengertian belajar adalah proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perubahan perilaku melalui pengalaman. Tapi biar lebih kuat secara teori, yuk kita lihat pengertian belajar menurut para ahli berikut ini:
- Ernest R. Hilgard (1984): Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang terjadi karena pengalaman dan bersifat permanen.
- Gagne (1977): Belajar merupakan perubahan perilaku yang muncul karena pengalaman atau latihan.
- Moh. Surya (1981): Belajar adalah proses yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku melalui interaksi dengan lingkungan.
- W. Gulo (2002): Belajar adalah proses dalam diri seseorang yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.
- Bell-Gredler (2008): Belajar adalah proses sepanjang hayat yang menghasilkan keterampilan, sikap, dan kompetensi.
- Slavin (2004): Belajar merupakan proses memperoleh kemampuan melalui pengalaman.
- Slameto (2003): Belajar adalah proses usaha yang menyebabkan perubahan tingkah laku secara keseluruhan.
- Skinner (1985): Belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respons.
Dari beberapa pendapat di atas, bisa disimpulkan bahwa belajar adalah proses yang menyebabkan perubahan pada diri seseorang menuju arah yang lebih baik, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Maka, ketika ada yang bertanya apa itu belajar atau belajar itu apa, jawabannya bukan hanya soal hafalan atau nilai, tetapi tentang perubahan diri berdasarkan pengalaman.
Tujuan Belajar
Belajar memiliki beberapa tujuan penting yang berkaitan dengan perkembangan pribadi dan akademik seseorang. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Mengembangkan Kemampuan Berpikir
Melalui proses belajar, seseorang belajar mengolah informasi, menganalisis masalah, serta menemukan solusi. Kemampuan berpikir ini mencakup berpikir kritis, logis, dan kreatif. Misalnya, saat mengerjakan soal matematika atau membuat esai, kita dilatih untuk berpikir runtut dan terstruktur. - Meningkatkan Keterampilan dan Kompetensi
Belajar bukan hanya soal teori, tetapi juga melatih kemampuan praktis. Keterampilan seperti menulis, presentasi, mengoperasikan komputer, hingga kemampuan kerja tim diperoleh melalui proses belajar yang terus-menerus. - Membentuk Karakter dan Kepribadian
Melalui pembelajaran, seseorang membangun sikap disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Pendidikan karakter ini sangat penting dalam membentuk kepribadian yang matang secara emosional dan sosial. - Menambah Wawasan dan Pengetahuan
Salah satu tujuan utama belajar adalah memperluas pemahaman tentang berbagai bidang ilmu. Dengan belajar, seseorang dapat memahami dunia, mengenal budaya, dan mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat. - Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan
Belajar membantu individu beradaptasi dengan perubahan sosial, teknologi, maupun budaya. Kemampuan beradaptasi ini penting agar seseorang mampu mengikuti perkembangan zaman. - Mengoptimalkan Potensi Diri
Setiap orang memiliki bakat dan potensi berbeda. Belajar membantu seseorang menemukan dan mengembangkan potensi tersebut agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Jenis-jenis Belajar
Dalam psikologi pendidikan, jenis-jenis belajar dibedakan menjadi beberapa macam:
1. Belajar Kognitif
Belajar kognitif berhubungan dengan proses berpikir, seperti mengingat, memahami, dan memecahkan masalah. Jenis belajar ini berfokus pada peningkatan pengetahuan melalui aktivitas mental dan intelektual. Contohnya, saat kamu memahami teori pelajaran atau mempelajari konsep baru dalam sains.
Belajar kognitif penting karena membantu seseorang mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis. Dengan kemampuan ini, siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan informasi lama sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam.
2. Belajar Afektif
Belajar afektif berkaitan dengan sikap, emosi, minat, dan nilai. Jenis belajar ini biasanya terbentuk melalui pengalaman sosial, interaksi dengan orang lain, atau proses refleksi diri. Misalnya, belajar menghargai pendapat orang lain atau membangun kedisiplinan dalam belajar.
Belajar afektif sangat penting dalam pembentukan karakter. Tanpa aspek afektif, seseorang mungkin pintar secara akademik tetapi kurang memiliki sikap yang baik dalam kehidupan sosial.
3. Belajar Psikomotorik
Belajar psikomotorik berkaitan dengan keterampilan fisik dan gerakan tubuh. Misalnya, belajar mengetik cepat, memainkan alat musik, atau melakukan eksperimen laboratorium.
Proses belajar psikomotorik terjadi melalui latihan berulang. Semakin sering seseorang berlatih, semakin baik hasil keterampilannya karena otot dan sistem motoriknya terbiasa melakukan gerakan tertentu.
4. Belajar Observasional
Belajar observasional adalah proses belajar dengan cara mengamati perilaku orang lain, lalu menirunya. Teori ini dikemukakan Albert Bandura dan disebut juga teori belajar sosial.
Misalnya, seorang siswa belajar memperbaiki sepeda hanya dengan melihat ayahnya memperbaikinya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua belajar harus melalui penjelasan langsung atau teori.
5. Belajar Asosiasi
Belajar asosiasi terjadi ketika seseorang menghubungkan dua informasi atau peristiwa tertentu. Misalnya, seorang anak belajar bahwa api itu panas karena pernah menyentuh benda panas.
Jenis belajar ini banyak dijelaskan dalam teori behaviorisme, di mana stimulus dan respons memiliki hubungan yang kuat.
6. Belajar Trial and Error
Belajar trial and error dilakukan dengan mencoba berbagai cara sampai menemukan yang benar. Contoh sederhana adalah saat kamu mencoba menyusun puzzle: awalnya salah, tapi lama-lama menemukan susunan yang benar.
Proses belajar ini membangun ketekunan dan kreativitas karena siswa belajar dari kesalahan.
7. Belajar Insight
Belajar insight adalah pemahaman mendalam yang muncul tiba-tiba setelah menganalisis suatu masalah. Proses ini ditemukan Wolfgang Kohler melalui eksperimen pada simpanse.
Dalam kehidupan sehari-hari, belajar insight terjadi saat seseorang “mendadak paham” terhadap sebuah konsep yang sebelumnya sulit dipahami.
Ciri-ciri Belajar
Belajar memiliki beberapa ciri khusus yang membedakannya dari sekadar aktivitas biasa. Berikut ini penjelasan lengkap dari setiap ciri-ciri belajar agar lebih mudah dipahami:
- Terjadi Secara Sadar atau Tidak Sadar
Proses belajar bisa berlangsung baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Misalnya, ketika kamu mempelajari materi pelajaran dengan membaca buku, itu adalah proses belajar yang disadari. Namun, saat kamu terbiasa berkata “terima kasih” karena meniru kebiasaan orang rumah, itu adalah belajar yang terjadi tanpa disadari. - Menghasilkan Perubahan Perilaku
Hasil belajar selalu tampak dalam bentuk perubahan, baik dalam pengetahuan, kebiasaan, sikap, maupun keterampilan. Misalnya, seseorang yang belajar public speaking menjadi lebih percaya diri berbicara di depan umum. Perubahan ini menunjukkan bahwa proses belajar telah berhasil memberikan dampak yang nyata. - Bersifat Relatif Permanen
Perubahan sebagai hasil belajar tidak bersifat sementara. Misalnya, kamu belajar mengendarai sepeda saat kecil. Meski bertahun-tahun tidak bersepeda, kemampuan itu tetap melekat. Inilah yang dimaksud perubahan yang relatif menetap sebagai hasil dari belajar. - Memerlukan Proses dan Waktu
Belajar tidak bisa instan. Dibutuhkan latihan, pengalaman, dan proses pemahaman secara bertahap. Misalnya, untuk memahami rumus matematika, kamu perlu mempelajari contoh-contoh soal terlebih dahulu hingga benar-benar memahami konsepnya. - Dipengaruhi oleh Pengalaman
Pengalaman adalah guru terbaik dalam belajar. Pengalaman membantu seseorang memahami sesuatu lebih mendalam. Misalnya, seseorang yang pernah gagal dalam lomba akan belajar memperbaiki strategi agar mendapatkan hasil yang lebih baik di kemudian hari. - Memiliki Tujuan
Setiap aktivitas belajar selalu memiliki tujuan tertentu. Tujuan tersebut bisa berupa keinginan untuk meraih nilai bagus, meningkatkan keterampilan, memperluas pengetahuan, atau mengubah sikap menjadi lebih baik. Dengan adanya tujuan, proses belajar menjadi lebih terarah dan efektif.
Mengapa Belajar Itu Penting?
Belajar bukan hanya untuk sekolah atau ujian. Proses belajar membantu seseorang memahami berbagai informasi baru, mengolahnya, lalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan belajar, kemampuan berpikir kritis, logis, dan kreatif dapat berkembang secara bertahap.
Lebih dari itu, belajar juga membentuk cara bertindak dan mempersiapkan seseorang untuk menghadapi tantangan hidup. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan tidak datang begitu saja, tetapi terbentuk melalui pengalaman belajar yang berulang dan bermakna.
Program Pembelajaran yang Efektif
Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, diperlukan strategi belajar yang tepat seperti:
- Membuat jadwal belajar
- Menggunakan metode mind mapping
- Latihan soal
- Berdiskusi
- Belajar kelompok
Belajar memang bisa dilakukan secara mandiri, tapi nggak semua orang bisa memahami materi dengan cepat tanpa bimbingan. Kalau kamu merasa butuh pendampingan belajar yang serius dan terarah, kamu bisa mencoba les privat semua mapel di Jabodetabek dari Executive Education.
Sistem belajarnya fleksibel karena bisa dilakukan di rumah atau online sesuai kebutuhan. Metode yang digunakan adalah satu tutor satu siswa, sehingga materi lebih mudah dipahami.
Selain itu, tersedia les privat kelompok untuk 3 siswa kalau kamu ingin belajar bareng teman. Kamu juga akan mendapatkan report card secara berkala untuk memantau perkembangan hasil belajar. Jadi, kamu bisa meningkatkan prestasi sekolah dengan cara yang lebih efektif dan terukur!
Rangkuman Singkat
- Belajar adalah proses perubahan perilaku, pengetahuan, dan keterampilan.
- Belajar terjadi karena pengalaman dan latihan.
- Belajar bersifat permanen dan bertujuan.
- Jenis belajar: kognitif, afektif, psikomotorik, observasional, asosiasi, trial and error, insight.
- Ciri belajar: terencana, membuat perubahan, butuh proses.
Baca juga: Pengertian Metode Pembelajaran, Jenis dan Macamnya
