Beda Should dan Ought to dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggris memang punya banyak aturan yang sering bikin kamu bingung, terutama saat menemukan kata-kata seperti “should” dan “ought to.” Kedua kata ini sering dianggap sama karena fungsinya mirip, tapi sebenarnya ada sedikit perbedaan yang bikin penggunaannya jadi unik. Nah, kalau kamu ingin benar-benar paham kapan dan bagaimana menggunakan “should” dan “ought to,” artikel ini akan membahas secara tuntas mulai dari arti, contoh penggunaan, hingga tips supaya kamu nggak salah pilih lagi!

“Should” dan “ought to” memang bisa bikin pusing, terutama buat kamu yang baru belajar bahasa Inggris. Padahal, memahami keduanya sangat penting supaya bahasa Inggris kamu terdengar lebih alami dan tepat. Yuk, kita bedah perbedaan di antara keduanya agar kamu lebih percaya diri saat berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris!

Apa Itu “Should” dan “Ought to”?

Baik “should” maupun “ought to” adalah modal verbs dalam bahasa Inggris, yang artinya mereka digunakan untuk memberikan saran, rekomendasi, atau menunjukkan kewajiban. “Should” dan “ought to” bisa diterjemahkan sebagai “seharusnya” dalam bahasa Indonesia, namun penggunaannya agak berbeda. Biasanya, “should” lebih umum digunakan dan terdengar lebih santai, sedangkan “ought to” cenderung lebih formal dan memiliki kesan yang lebih serius. Meski begitu, keduanya tidaklah kaku; kamu bisa menggunakan salah satunya tergantung konteks kalimat dan siapa lawan bicara kamu.

Penggunaan “Should”

“Should” sering kali digunakan dalam konteks yang ringan dan sehari-hari. Kata ini memberi saran atau rekomendasi, namun tidak terlalu menekan atau memaksa. Jika kamu mengatakan seseorang “should” melakukan sesuatu, itu lebih seperti memberi masukan tanpa terlalu menuntut. Selain itu, “should” juga bisa dipakai untuk menyampaikan ekspektasi atau prediksi.

Contoh penggunaan “should”:

  • You should study more if you want to pass the exam. (Kamu seharusnya belajar lebih giat jika ingin lulus ujian.)
  • He should arrive around noon. (Dia seharusnya tiba sekitar siang.)
  • I think you should apologize to her. (Menurutku, kamu seharusnya minta maaf padanya.)

Dalam contoh-contoh di atas, “should” memberikan kesan saran yang kuat namun tetap tidak memaksa.

Penggunaan “Ought to”

“Ought to” sebenarnya punya makna dan fungsi yang sama dengan “should,” namun dengan nada yang lebih formal dan terkesan lebih serius. Biasanya, “ought to” digunakan untuk situasi yang dianggap penting atau dalam komunikasi yang lebih formal. Kata ini juga sering muncul dalam tulisan formal atau percakapan resmi. Meski begitu, di kehidupan sehari-hari, “ought to” tidak sepopuler “should,” terutama dalam bahasa Inggris Amerika.

Contoh penggunaan “ought to”:

  • You ought to respect your elders. (Kamu seharusnya menghormati orang yang lebih tua.)
  • We ought to be more careful with our spending. (Kita seharusnya lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.)
  • They ought to finish the project by next week. (Mereka seharusnya menyelesaikan proyek ini minggu depan.)

Pada dasarnya, “ought to” lebih cocok digunakan saat kamu ingin menekankan saran atau tanggung jawab yang penting.

Perbedaan Nuansa antara “Should” dan “Ought to”

Walaupun maknanya hampir sama, penggunaan “should” dan “ought to” bisa memberi nuansa yang berbeda dalam kalimat. “Should” memberi kesan saran yang ringan, sementara “ought to” terdengar lebih kuat dan lebih menekankan pada kewajiban moral atau sosial. Misalnya, kalau kamu bilang “You should call your mom,” itu terdengar lebih santai dan seperti saran biasa. Tapi, jika kamu bilang “You ought to call your mom,” nuansanya jadi lebih mendesak, seakan-akan itu adalah hal yang penting dan sebaiknya tidak diabaikan.

Apakah kamu mencari tutor les bahasa Inggris terdekat dan murah? Executive Education adalah pilihan tepat untukmu yang ingin belajar bahasa Inggris dengan praktis dan terarah. Dengan kursus les privat yang didesain untuk memenuhi kebutuhan tiap murid, kamu bisa belajar secara fleksibel di rumah atau online tanpa harus ribet!

Tutor kami profesional, sabar, dan berpengalaman, sehingga kamu bisa menguasai bahasa Inggris dengan cepat dan efektif. Executive Education juga menyediakan program yang beragam, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, sehingga kamu bisa memilih sesuai kebutuhan. Yuk, gabung sekarang dan rasakan pengalaman belajar bahasa Inggris yang seru dan mudah di Executive Education!

Baca juga: Apa Beda Search, Find, Seek & Look For?

Kapan Harus Memakai “Should” dan “Ought to”?

Saat kamu bingung memilih antara “should” dan “ought to,” pikirkan saja konteks dan nuansa yang ingin kamu sampaikan. Jika ingin memberi saran atau masukan ringan, gunakan “should.” Sebaliknya, jika situasinya lebih formal atau kamu ingin menekankan pentingnya saran tersebut, pakailah “ought to.” Selain itu, ingat juga bahwa dalam percakapan sehari-hari, terutama di Amerika, “should” lebih sering digunakan, jadi kalau kamu ragu, “should” adalah pilihan yang aman.

Contoh Kalimat dalam Situasi Berbeda:

  • You should finish your homework. (Saran biasa untuk teman atau anak.)
  • You ought to finish your homework before playing games. (Lebih mendesak, seperti dari orang tua ke anak.)
  • We should check our plans for the weekend. (Konteks santai.)
  • We ought to prioritize safety in the workplace. (Konteks formal dan serius.)

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa lebih percaya diri dalam menyusun kalimat yang terdengar alami dalam bahasa Inggris. Ini juga akan membantumu terdengar lebih fasih dan mahir!

Tips Menggunakan “Should” dan “Ought to” dalam Latihan Sehari-Hari

Supaya makin mahir, cobalah latihan membuat kalimat dengan “should” dan “ought to” dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, buat daftar saran untuk dirimu sendiri, atau coba gunakan kata ini saat memberi nasihat ke teman. Jangan ragu untuk eksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai struktur kalimat. Semakin sering kamu berlatih, semakin cepat kamu akan memahami nuansa penggunaannya.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara “should” dan “ought to” memang butuh latihan, tapi bukan hal yang sulit jika kamu tahu prinsip dasarnya. Ingat saja bahwa “should” lebih santai dan cocok untuk saran biasa, sementara “ought to” lebih serius dan formal.

Dengan membiasakan diri menggunakan keduanya dalam kalimat, kamu akan semakin lancar berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Jadi, mulai sekarang, coba praktikkan dan perhatikan situasi di mana kamu lebih cocok menggunakan “should” atau “ought to.” Semoga artikel ini membantu kamu memahami perbedaan antara keduanya dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu!

Scroll to Top